Selasa, 16 Desember 2014

Pertemuan kami

Bertemu dan berinteraksi dengan lelaki Afrika bukan hal baru buatku, tapi sejak setahun belakangan, sejak begitu banyak kekecewaan dan pengkhianatan yang aku alami bersama mereka, aku memutuskan untuk membatasi pertemuan dan pertemanan dengan lelaki Afrika. Tapi lelaki ini, teman chattingku selama satu tahun, tiba-tiba menghubungi dan mengajak bertemu. Aku bahkan tidak menyangka dia akan benar-benar mewujudkan janjinya untuk suatu waktu nanti datang ke negara indahku ini.

Perkenalan kami terjadi dari Facebook (seperti kebanyakan perkenalan mereka dengan perempuan di dunia, lewat media sosial, terutama media kencan), kemudian kami mulai berbincang selama setahun. Dalam masa itu, beberapa kali dia mengutarakan niatnya untuk menjadi kekasihku, yang selalu aku jawab “tidak”. Tidak sebelum kau datang dan memperkenalkan dirimu. Setelah itu terjadi dan kita duduk bersama serta sepakat menjalin hubungan, baru aku bersedia menunggu meski kau berada jauh dariku. Aku mempercayai hubungan jarak jauh namun tidak hubungan online.

Awalnya lelaki ini mengaku mantan militer yang sekarang berjuang untuk melanjutkan hidupnya sebagai warga sipil. Dikatakan saat ini dia berada di Jamaika dan beberapa kali melakukan perjalanan ke Asia untuk keperluan bisnisnya. Sebagai perempuan yang banyak berinteraksi dengan Afrika, aku hapal benar dengan tahapan pembicaraan ini.

Si lelaki akan menyatakan kekagumannya pada si perempuan, dan sebagai perempuan Asia yang tidak terbiasa menerima sanjungan dan pujian, kita akan menanggapinya dengan sangat antusias. Panggilan normal para pria barat (dalam hal ini termasuk kaum Afrika yang sudah melanglang buana ke banyak negara dan sebagai benua yang banyak dijajah oleh peradaban barat juga menyerap kebudayaan penjajahnya) pada perempuan yang dia kenal, seperti Love, Sweety, Sweetheart, Baby dsb, bagi perempuan kita menjadi sebuah sapaan yang membuat hati melayang ke langit porsi ketujuh. Para predator ini rupanya sangat memahami kelemahan kaum perempuan utamanya di Asia. Juga fakta bahwa secara budaya kita dilarang untuk memegahkan diri, dilarang untuk menempatkan diri kita sebagi yang utama. Memahami fakta ini, mereka melambungkan hati kita dengan menempatkan kita sebagai pusat perhatiannya. Saat kita chatting atau berbicara dengannya, kita merasa cinta dan perhatiannya hanya tertuju pada kita seorang. Dan itu memabukkan, membutakan dan akhirnya membuat kita cenderung berbuat irasional dengan mengatasnamakan cinta.

Tidak terkecuali lelaki ini. Dalam setiap perbincangan kami, dia selalu menyempatkan diri untuk mengungkapkan kekagumannya pada kecantikanku hari ini, fotoku, kegiatanku dan pemikiranku. Baginya semua luar biasa dan memabukkan.

Jonah             : Good morning, Baby or should I say, Good evening to you there.
                          How is everything with you, Beautiful?
Me                  : Hi, Jonah. All is well, thank you. Yeah, its already night time here.
                          How are you this morning? I hope all is well with you there.
Jonah             : Yes, Baby. I am well, Praise be to GOD. Even though it was difficult for me to sleep last night. I cannot stop thinking about you, Baby. I mean, our chat yesterday really inspired me. You have been through a lot, Love. But I promise, if you gave me a chance, I will make you the happiest woman on earth for the rest of our life together.
Me                  : Ah thank you, Jonah. How sweet for you to do that. I also been thinking about you a lot. Its not every time I can find a man who understand and can keep up with the way I am thinking (aku menjulurkan lidah saat mengetik ini di laman FB-ku. Hah, kamu, kau pikir aku anak kemarin sore... Kau mau bermanis-manis, mari kita saling bermanis-manis.
Jonah             : Please be mine, Baby... Give me that honor.
Me                  : Well, Jonah, as I said times and times again, I don’t believe in online relationship. You need to come and see me before we can decide on anything. It is ok for me if you flew out again, I will still be here and be your woman. Waiting faithfully for you (Yea yea yea.. aku akan jadi kekasihmu tapi tubuhku akan tetap menikmati kemesraan dan kehangatan lelaki Afrika lainnya. Apa kau pikir aku bodoh, kesetiaan buatmu juga hanya sebatas mulut, karena paling juga sore ini kau sudah ada janji kencan dengan seseorang di sana untuk bersenang-senang.)

Ah kamu, kenapa tidak mencoba pendekatan lain (melenguh pelan). Ini alasan kenapa kalian tidak lagi terlalu menarik. Kalian seperti memakai buku panduan yang sama. Tahapan pendekatan, cara berbicara, sudut memikat, pilihan profesi, semua sama. Ayo, dong.. amuse me.. challange me.. gunakan cara berbeda. Lelaki Afrika selalu menggunakan pendekatan pemahaman akan kesulitan hidup, mengarah pada kerapuhan perempuan-perempuan Asia yang terperangkap dalam kepura-puraan. Budaya kita melarang perempuan mengungkapkan perasaannya secara terbuka. Walhasil, kebanyakan dari kita kemudian berlari ke dunia maya. Dunia di mana kita bisa menjadi siapa pun yang kita inginkan. Dengan makin canggih dan murahnya ponsel pintar, makin banyak perempuan Asia atau Indonesia yang terjebak di kehidupan maya. Semata karena kehidupan nyata begitu sulit dan berat untuk dihadapi.

Ah, aku tersentak dari lamunanku.


Yang menarik dari Jonah adalah, selama hampir setahun kami berbincang, tidak sekali pun lelaki ini membicarakan tentang seks. Tidak pernah dia mengirimkan atau meminta foto-foto seronok atau tidak senonoh padaku. Tidak pernah dia secara eksplisit maupun implisit mengutarakan keinginannya untuk menikmati “saat indah” bersamaku. Kebanyakan lelaki Afrika sangat meyakini kemampuan mereka menggoyang perempuan di ranjang. Didukung dengan pandangan masyarakat yang percaya mitos kekuatan pria Afrika di ranjang, membuat mereka makin mengandalkan aspek ini. Dari segala perbincanganku dengan banyak dari mereka, terkesan bahwa sekali kau menjajalku, sayang, kau tidak akan pernah lupa. Karena aku akan membuatmu melayang ke langit ketujuh, membuatmu menangis bahagia karena puncak yang tidak akan pernah kau rasakan dengan lelaki manapun. Dengan keyakinan ini maka kebanyakan pria Afrika akan menggiring perempuan Indonesia, yang kebanyakan tidak memahami bahwa kepuasan seksual adalah hak mereka, Bahwa hubungan seksual adalah kegiatan setara di mana kedua pihak saling memuaskan dan bukan hanya perempuan yang memuaskan pria, ke arah janji pemuasan seksual. Alat kelamin mereka yang rata-rata (hmm ada juga kok yang kecil dan membuatku sangat kecewa karena membatalkan mitos hahahaha) berukuran besar, acap kali menjadi barang andalan dan percaya atau tidak, banyak perempuan yang jatuh dan sanggup melakukan apa pun demi mencicipi barang indah yang dijanjikan hanya untuknya seorang (yeah yeah yeah) Tapi Jonah berbeda. Seolah pemain yang sangat ahli, dia melihat betapa aku akan lebih mudah dijatuhkan dengan pameran kecerdasan. Bahwa dengan terus membombardirku dengan diskusi diskusi cerdas maka aku akan jatuh cinta npadanya. Dan itu tujuan utamanya untuk saat ini, membuatku jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar